Dunia saat ini sudah semakin gila. Banyak hal aneh dan menyebalkan yang semakin merajalela. Pemakluman demi pemakluman bahkan diberikan untuk hal-hal yang harusnya tidak normal, namun justru dinormalkan.
Jika kita lihat di media sosial, situs berita online, bahkan mungkin di kehidupan kita sehari-hari, telah terjadi begitu banyak fenomena aneh (tidak normal) yang seakan sudah menjadi hal yang biasa.
Bahkan tidak jarang, kita yang menolak untuk menganggap itu normal justru merasa tak berdaya. Entah karena takut dicap kolot, tidak open minded, terlalu ikut campur urusan orang, hingga disebut sebagai anti-demokrasi.
Memangnya Apa Saja Ketidaknormalan Itu?
Sebut saja misalnya LGBTQ+, perselingkuhan, perzinaan, lavender marriage, poliamori, dan lain sebagainya. Kalian bisa menilai sendiri apa yang normal dan apa yang tidak normal di sekitar kalian.
Baca Juga: Hilangnya Kepemilikan Pribadi
Bahkan ada lagi sekelompok orang yang tidak mau mendefinisikan dirinya sebagai manusia. Secara fisik dan kemampuan berkomunikasi, mereka nampak seperti manusia pada umumnya.
Namun, mereka menolak untuk mengidentifikasikan diri sebagai manusia. Lalu mereka ini ingin disebut apa?
Kelompok orang-orang ini sering kali merasa bahwa jiwanya berada di tubuh yang salah. Banyak dari mereka yang menyatakan diri sebagai alien, naga, peri, anjing, kucing, harimau, dan hal-hal lainnya. Yang jelas bukan manusia.
Ada banyak istilah untuk mereka ini. Mulai dari Otherkin, Therian, Transspesies, hingga Disforia Spesies. Entahlah apa itu semua. Kalian bisa bertanya sendiri di Google.
Oh ya, ada juga kemarin yang sempat viral. Seorang pria yang jelas-jelas pria, hadir di aksi Kamisan. Ia dengan lugas menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari LGBTQ+. Ia juga menyampaikan bahwa kelompok mereka itu ada dan hidup di antara masyarakat.
Selain itu, ada juga konten lain yang memperlihatkan seorang pria menggunakan pakaian seperti rok, yang menyerupai pakaian seorang wanita. Namun saat ditegur ia justru berargumen bahwa itu adalah bagian dari mode dan fashion.
Baca Juga: Huawei: Simbol Perlawanan Hegemoni Barat
Entahlah, memang standar fashionku yang terlalu kaku dan kolot, atau bagaimana. Tapi menurutku, itu bukanlah hal yang normal.
Ada lagi yang lebih aneh. Pernah lewat di FYP ku sebuah konten yang menampilkan sepasang suami istri. Laki-laki dan perempuan. Tapi si laki-laki ini bergaya, berperilaku, dan berpenampilan seperti perempuan. Sementara si perempuan bergaya, berperilaku, dan berpenampilan seperti laki-laki. Dan mereka menikah.
Secara kodrat, itu memang tidak menyalahi apapun. Tapi bagaimana ya. Ah , entahlah.
Apakah Kita Harus Menolak Secara Radikal Semua Itu?
Kalau aku sendiri pasti akan menolaknya. Tapi apakah secara radikal hingga melakukan tindakan kekerasan dan diskriminasi berlebih, mungkin itu bisa dipertimbangkan lagi. Seburuk apa dampak yang ditimbulkan dari tindakan mereka.
Mungkin tidak seperti teman-teman kita di beberapa tempat yang sampai melakukan operasi Boti Hunter, sebagai upaya penolakan terhadap kaum-kaum belok dan penyuka sesama jenis.
Namun, sudah pasti tindakan menyimpang harus kita tolak secara penuh. Tidak ada pengakuan dan normalisasi untuk perilaku aneh seperti itu.
Apalagi kalau perilaku itu sudah dilakukan secara terang-terangan di tempat umum. Seperti terjadi di salah satu universitas, dimana pasangan sesama jenis melakukan adegan ciuman di salah satu sudut kampus. Sangat menjijikkan.
Kita harus menjaga dan melindungi lingkungan kita, teman-teman kita, kerabat kita, anak cucu generasi penerus kita. Jangan sampai sesuatu yang sudah dinyatakan sebagai kesesatan dan kebodohan ribuan tahun lalu, justru dihidupkan kembali di era sekarang ini.
Mohon maaf jika terlalu sok. Aku cuma ingin mengeluarkan keresahan pribadiku saja. Semoga bermanfaat. Terima kasih.(*)



