Perkembangan moda transportasi di Indonesia telah banyak memberi manfaat bagi kita semua. Tak hanya pada sarana dan prasarananya saja, namun juga pada sistem dan pelayanan yang diberikan. Salah satunya yang cukup banyak mengalami perkembangan yaitu pada sektor kereta api atau perkeretaapian.
Dunia perkeretaapian memiliki lingkup yang sangat luas, mencakup berbagai macam aspek mulai dari sarana, prasarana, SDM, norma, kriteria, persyaratan dan prosedur dalam kaitannya dengan pengoperasian kereta api. Aspek-aspek tersebut kemudian menurunkan banyak sekali istilah yang harus dipahami secara mendalam oleh pihak operator perkeretaapian, terutama oleh SDM-nya sebagai pelaku langsung pengoperasian kereta api. Beberapa di antara istilah-istilah tersebut yang kerap kali menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku operasi kereta api yaitu petak jala dan petak blok.
Artikel ini akan menjelaskan tentang beberapa hal yang harus diketahui tentang kereta api di Sulawesi Selatan.
Sistem kontrol kereta api Eropa terus mengalami inovasi. Hingga memunculkan ETCS (European Train Control System) dan ERTMS (European Railway Traffic Management System).
Ada banyak bagian-bagian jalan rel yang menjadi penyokong kelancaran pengoperasian kereta api. Salah satunya adalah penambat rel.
Jalur kereta api sendiri pada dasarnya terdiri dari 3 bagian atau ruang, yaitu ruang manfaat jalur, ruang milik jalur, dan ruang pengawasan jalur. Berikut ini adalah penjelasan dari bagian-bagian tersebut.
Berita tentang transportasi memang selalu menarik untuk dibahas. Pasalnya transportasi sudah menjadi kebutuhan utama untuk perjalanan dan pergerakan roda ekonomi. Khususnya untuk transportasi massal seperti Kereta Rel Listrik (KRL). Baru-baru ini muncul berita bahwa ada wacana dari pemerintah untuk menerapkan subsidi tarif KRL berbasis NIK. Namun, sebelum wacana tersebut benar-benar terealisasi, mari kita ulas sedikit apakah kebijakan tersebut benar-benar akan efektif.
TCMS adalah sistem kendali kereta api modern yang mengintegrasikan berbagai macam subsistem pada operasi kereta api, seperti sistem propulsi, pengereman, kontrol pintu, penerangan, sistem komunikasi, perangkat lintasan, dan berbagai subsistem lainnya. Sistem ini seperti pusat kendali besar, yang memantau serta menghubungkan berbagai macam subsistem pada pengoperasian kereta api. Dalam penerapannya, TCMS telah menerapkan digitalisasi dengan menggunakan basis komputer modern untuk menghubungkan dan mengelola antar subsistem tersebut. Beberapa bahkan sudah menerapkan otomatisasi penuh dalam pengoperasiannya.
Perkembangan sistem persinyalan kereta api terjadi dengan begitu pesat. Salahh satunya yaitu seperti diterapkan pada perkeretaapian Eropa, yang biasa disebut dengan ETCS (European Train Control System).
Kereta api merupakan moda transportasi yang cukup populer akan kecepatan, kenyamanan dan ketepatan waktunya. Salah satu faktor pendukungnya yaitu rel kereta api yang digunakan. Berikut ini adalah 3 jenis rel kereta api yang ada di dunia berdasarkan lebarnya.