Review Buku Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali dan Relevansinya dengan Gen Z
Buku

Review Buku Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali dan Relevansinya dengan Gen Z

Bagikan ke:

Perkembangan zaman yang semakin modern perlahan telah menggeser nilai-nilai kesakralan dari ajaran agama. Salah satu yang menjadi korban modernisasi ini yaitu anggapan dan stigma tentang pernikahan.

Di era materialisme rasionalistis seperti sekarang ini, pernikahan sudah bukan lagi dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan terhormat, yang dalam menjalaninya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab serta kerja sama yang baik antar individu. Pernikahan saat ini justru dianggap sebagai sebuah lembaga yang mengikat dan memiliki konsekuensi panjang dalam kehidupan. Bahkan beberapa orang menganggap pernikahan hanya akan merampas kebebasan mereka.

Ditambah lagi dengan maraknya konten di media sosial yang menampilkan berbagai macam problematika pernikahan, sehingga memunculkan standar-standar baru dalam sebuah ikatan perkawinan. Mulai dari standar fisik pasangan, pemikiran, ekonomi, dan berbagai standar lain yang bahkan tidak masuk akal.

Baca Juga: Review Singkat ‘Cantik Itu Luka’: Saat Kecantikan Menjadi Kutukan

Karena bergesernya makna dan nilai sosial ini, belakangan diketahui menjadi salah satu sebab semakin menurunnya angka perkawinan. Berdasarkan data pada Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan dari 2021. Berikut adalah grafik jumlah pernikahan di Indonesia dari 2021-2025.

Grafik Angka Pernikahan Tahun 2021-2025 (Sumber: Badan Pusat Statistik)

Berdasarkan grafik tersebut, terlihat bahwa selama lima tahun terakhir, angka perkawinan di Indonesia terus mengalami penurunan. Kecuali pada tahun 2025, angka pernikahan mengalami sedikit kenaikan yaitu sebanyak 0,12% dari tahun sebelumnya.

Bahkan, saya sendiri sebagai penulis juga sempat terpapar oleh fenomena ini. Saya pernah berpikir untuk tidak menikah (ya, walaupun sampai sekarang memang belum menikah). Namun, pemikiran itu berubah setelah saya menemukan sebuah buku berjudul Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali: Menuju Keluarga Samawa.

Sekilas tentang Buku Ini

Buku yang merupakan bagian dalam Ihya ‘Ulumuddin ini telah membuka pikiran saya tentang pentingnya pernikahan. Dalam buku ini dijelaskan berbagai aspek dan tinjauan tentang definisi, tujuan, hakikat, manfaat, serta hikmah pernikahan.

Imam Al-Ghazali merinci berbagai alasan kuat mengapa seseorang harus menikah dan apa konsekuensinya jika tidak. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan terkait dengan prosesi pernikahan, mulai dari motivasi, syarat dan rukun, adab dan tata krama, hingga kisah-kisah sufi tentang pernikahan.

Selain itu, dalam buku ini juga dijelaskan tentang apa saja kriteria dalam memilih pasangan, etika dan pilar hubungan suami istri, hingga cara mengelola konflik dalam rumah tangga.

Realitas Pernikahan

Berbeda dengan standar pernikahan yang ditampilkan dalam konten-konten media sosial, dimana kerap kali hanya menjual utopia. Al-Ghazali dalam buku ini memaparkan semua hal tentang pernikahan dengan sangat jujur dan realistis.

Pada Bab pertama dijelaskan apa saja kelebihan pernikahan, seperti menjaga keturunan dan meredam syahwat. Namun, buku ini juga tidak menutup mata tentang adanya beban berat dalam hubungan pernikahan, seperti mencari nafkah halal dan sulitnya menjaga kesabaran dalam menghadapi watak pasangan. Imam Al-Ghazali berusaha mengajak pembaca untuk memandang keuntungan menikah sebagai sebuah harapan, dan kerugiannya sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan ilmu.

Baca Juga: Review Novel Sisi Tergelap Surga: Buku yang Membuatku Bersyukur

Kemudian pada Bab kedua, pembaca akan disuguhkan dengan syarat-syarat dalam memilih calon pasangan, termasuk delapan kualitas ideal yang dapat membawa kebahagiaan.

Kemudian pada Bab ketiga, akan diulas apa saja dinamika yang mungkin akan terjadi dalam hubungan suami istri, mulai dari adab walimah hingga etika dalam berhubungan intim. Selain itu, akan dijelaskan pula tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan dalam menjaga kehormatan rumah tangga meskipun banyak ujian.

Selain tentang pernikahan. Buku ini juga menjelaskan tentang kiat-kiat dalam menjaga hawa nafsu syahwat, yang akan sangat bermanfaat bagi kalian yang belum memiliki pasangan halal.

Relevansinya dengan Gen Z

Lalu, apa relevansinya dengan Gen Z? Berikut akan coba saya jelaskan sedikit dari yang saya pahami.

Gen Z adalah generasi yang hidup dengan digitalisasi yang sangat masif. Bahkan sebagian dari mereka sudah mengenal dunia digital sejak masih usia kanak-kanak. Hal ini menjadikan mereka generasi dengan kemampuan pengolahan informasi yang luar biasa. Hal itu juga yang membuat Gen Z menjadi generasi dengan pandangan hidup yang skeptis dan sangat realistis.

Namun, munculnya media sosial akibat dari masifnya digitalisasi yang terjadi di tengah-tengah mereka, sedikit banyak justru membuat mereka terjebak dalam sebuah standar baru yang sering kali sangat jauh dari realita kehidupan. Hal itulah yang belakangan membuat mereka merasa takut untuk menikah, atau setidaknya kalaupun harus menikah maka perlu ada berbagai macam hal yang harus dipenuhi oleh pasangan mereka. Standar-standar inilah yang alih-alih membawa manfaat, malah justru menjadi jebakan kehidupan bagi Gen Z itu sendiri.

Baca Juga: Review Singkat Novel Animal Farm

Nah, dalam buku yang ditulis sejak abad ke-12 ini, Imam Al-Ghazali menjelaskan pernikahan dengan sangat realistis, yang relevan dengan perkembangan zaman dan generasi saat ini. Setidaknya, berikut adalah poin-poin dalam buku ini yang cocok untuk diterapkan oleh pasangan Gen Z:

1. Saring Informasi

Pada era adiksi media sosial yang kerap kali menampilkan standar kehidupan rumah tangga tidak realistis, Al-Ghazali mengajak kita untuk fokus pada rasa syukur serta kualitas hubungan sesuai dengan kenyataan hidup yang dijalani.

2. Kesehatan Mental Rumah Tangga

Dalam buku ini Al-Ghazali menekankan pada aspek sakinah (kedamaian jiwa), yang selaras dengan konsep psikologi modern tentang pentingnya safe space serta dukungan emosional antar pasangan.

3. Finansial Berkelanjutan

Ulama kelahiran Persia ini juga berpesan agar menjalani hidup sederhana dan mencari rezeki yang halal. Hal ini menjadi pengingat agar pasangan muda tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif hanya demi menuruti gengsi sosial semata.

Penutup

Buku Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali ini adalah karya sastra klasik yang kaya akan kedalaman makna. Tulisan ini berhasil memadukan kewajiban hukum syariat dengan kelembutan etika serta pemahaman mendalam tentang psikologi manusia. Bahkan beberapa poin yang dipaparkan di dalamnya juga masih relevan untuk diterapkan pada kehidupan generasi saat ini.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh mereka yang berencana untuk menjalin hubungan pernikahan, calon pengantin yang sebentar lagi akan menikah, dan mereka yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga. Pemikiran-pemikiran Imam Al-Ghazali yang diramu dalam buku ini dapat memberikan suatu sudut pandang baru dalam menjalani pernikahan.

Apa yang saya tuliskan dalam artikel ini tentu sangat jauh dari apa yang ada dalam buku aslinya. Namun setidaknya semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran kepada rekan-rekan pembaca yang ingin membeli atau membaca tentang karya Imam Al-Ghazali tersebut.

Bagi rekan-rekan pembaca yang berminat untuk membeli buku Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali, dapat mengunjungi link beikut:

Beli Buku Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali (Shopee) atau Beli Buku Nasihat Pernikahan Imam Al-Ghazali (Gramedia)

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan mohon maaf jika banyak kekurangan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *