Review Singkat Cantik Itu Luka
Buku

Review Singkat ‘Cantik Itu Luka’: Saat Kecantikan Menjadi Kutukan

Bagikan ke:

Kecantikan adalah sebuah anugerah bagi banyak orang. Tak cuma bagi perempuan, bahkan bagi laki-laki memiliki pasangan yang cantik dapat menjadi sebuah kebanggaan.

Namun, apa jadinya jika kecantikan yang seharusnya membawa kebahagiaan dan kebanggaan itu justru menjadi malapetaka, bahkan kutukan. Hal ini sebagaimana dituliskan oleh Eka Kurniawan dalam novel populernya “Cantik Itu Luka”.

Profil Singkat Penulis

Eka Kurniawan adalah seorang penulis berkebangsaan Indonesia yang lahir pada 28 November 1975. Ia merupakan tamatan dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Baca Juga: Review Singkat Novel Misery Karya Stephen King

Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat ini telah banyak mencatatkan namanya dalam berbagai ajang penghargaan baik dalam maupun luar negeri. Tercatat ia pernah memperoleh Penghargaan Khusus: Ide Cerita Terpilih pada tahun 2016, World Reader’s Award 2016, Emerging Voice 2016 di New York, dan Prince Claus 2018 dari Kerajaan Belanda.

Tak hanya menulis novel, Eka juga memiliki beberapa karya sastra lainnya. Beberapa diantaranya adalah novel Lelaki Harimau (2004), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), cerpen Corat-coret di Toilet (2000), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005), serta beberapa karya terjemahan dan filmografi.

Dari banyaknya karya yang dihasilkan, salah satu yang paling terkenal adalah novel “Cantik Itu Luka”, yang akan coba aku review dalam tulisan ini.

Review Novel Cantik Itu Luka

Novel Cantik Itu Luka merupakan salah satu karya sastra terbaik Indonesia yang sudah diterjemahkan ke lebih dari 34 bahasa, di antaranya yaitu bahasa Inggris, Perancis, Jepang, Denmark, Yunani, Tiongkok, Korea, dan lain sebagainya.

Kisahnya berpusat di sebuah kota bernama Halimunda dengan fokus utamanya menceritakan tentang kehidupan dan kutukan seorang pelacur cantik keturunan Indo-Belanda bernama Dewi Ayu.

Dewi Ayu bukan cuma seorang pelacur biasa, ia adalah tingkat tertinggi dari profesi pelacur (setidaknya begitulah jika harus menerapkan peringkat padanya). Status ini ia dapatkan karena kecantikan dan kepiawaiannya sebagai pelacur dalam memberikan pelayanan kepada para pelanggannya.

Baca Juga: Review Novel Sisi Tergelap Surga: Buku yang Membuatku Bersyukur

Dari pekerjaannya itu, Dewi Ayu memiliki 4 orang anak perempuan yang tidak diketahui satupun siapa ayahnya. Sebagaimana ibunya, anak-anak itu mewarisi kecantikan Dewi Ayu. Namun tidak dengan anak ke-4 nya, yang ia beri nama Si Cantik.

Tak seperti kakak-kakaknya yang lain, Si Cantik justru memiliki fisik dan wajah yang sangat buruk rupa (sedikit ironi jika melihat namanya). Bahkan sangat sulit untuk menyebutnya sebagai manusia dengan wajah seperti itu. Selain itu bagaikan kutukan yang sebenarnya, ibunya, Dewi Ayu meninggal setelah melahirkannya.

Rupa Si Cantik yang demikian buruk bukan tanpa alasan. Itu semua adalah hasil dari kejengkelan Dewi Ayu lantaran selalu memiliki anak-anak perempuan yang cantik, yang seakan membawa kutukan dan malapetaka akibat dari kecantikannya itu.

Namun, bukannya menghentikan kutukan. Ternyata Si Cantik juga masih membawa kutukan yang sama dengan kakak-kakaknya yang lain. Tak berhenti sampai disitu, kutukan keluarga ini bahkan berlanjut sampai ke cucu-cucunya yang dua dari tiga cucunya mewarisi kecantikan Dewi Ayu.

Novel dengan sekitar 500-an halaman ini mengambil latar waktu pada masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, masa awal kemerdekaan, hingga masa pergolakan PKI tahun 1965.

Baca Juga: Review Singkat Novel Animal Farm

Dengan genre sejarah, misteri, roman, dan realisme magis, serta alur ceritanya yang maju mundur, novel ini akan membuat campur aduk perasaan para pembacanya.

Konflik yang disajikan di dalamnya juga sangat complicated. Percintaan, persetubuhan, pernikahan, perselingkuhan, bahkan hubungan sedarah adalah hal yang biasa. Tak hanya itu, mungkin kalian juga akan sedikit bingung dengan silsilah keluarga Dewi Ayu dan anak-anaknya yang sangat ruwet.

Bagi kalian yang baru ingin membaca novel ini, saya sarankan untuk menyiapkan mental dan emosi. Jangan juga kalian merasa jijik, karena akan ada beberapa adegan maupun kata-kata yang cukup vulgar.

Mungkin itu sedikit review novel Cantik Itu Luka yang dapat aku tulis. Semoga bisa dimengerti, mohon maaf kalau banyak kekurangan. Terima kasih.(*)

Tambahan:

Oh iya, kalau kalian ingin mendapatkan buku Cantik Itu Luka, silakan kunjungi link berikut:

Shopee

atau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *